TRAINING PROJECT SCHEDULING

TRAINING PROJECT SCHEDULING: MENINGKATKAN AKURASI JADWAL DAN PENGENDALIAN WAKTU PROYEK

Deskripsi

Dalam pelaksanaan proyek, keterlambatan satu aktivitas dapat memengaruhi pekerjaan lain, meningkatkan biaya operasional, bahkan menggeser target penyelesaian keseluruhan. Persoalannya, apakah jadwal proyek yang disusun sudah mempertimbangkan ketergantungan pekerjaan, ketersediaan sumber daya, risiko, dan kemungkinan perubahan di lapangan? Project Scheduling menjadi pendekatan penting untuk menjawab tantangan tersebut. Training Project Scheduling merupakan program pembelajaran yang membekali peserta dengan metode penyusunan, analisis, dan pengendalian jadwal proyek agar setiap aktivitas berjalan sesuai prioritas, durasi, serta target yang telah ditetapkan.

Training Project Scheduling membahas proses pengelolaan waktu proyek secara terstruktur, mulai dari penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), penentuan urutan aktivitas, estimasi durasi, hingga analisis jalur kritis. Peserta juga mempelajari penggunaan Gantt Chart, Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), serta teknik pemantauan progres untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan. Melalui studi kasus proyek konstruksi maupun proyek operasional, peserta berlatih mengevaluasi deviasi jadwal, menentukan tindakan korektif, dan menyusun pembaruan jadwal berdasarkan kondisi aktual.

Pelatihan yang membahas mengenai Project Scheduling tidak tuntas jika dipelajari dalam hitungan jam, diperlukan waktu tersendiri dan bimbingan yang profesional.

Tujuan

Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat lebih mendalami pengetahuan mengenai perencanaan waktu proyek. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah:

  1. Memahami prinsip dan tahapan penyusunan jadwal proyek secara sistematis.
  2. Mampu mengidentifikasi aktivitas, ketergantungan pekerjaan, dan kebutuhan sumber daya.
  3. Menguasai penggunaan CPM dan PERT untuk menentukan durasi serta jalur kritis proyek.
  4. Mampu memantau progres dan menganalisis penyimpangan terhadap jadwal dasar (schedule baseline).
  5. Mampu menyusun strategi percepatan dan tindakan korektif untuk meminimalkan keterlambatan proyek.

Materi

Pada pelatihan pengendalian jadwal proyek ini, materi yang didapatkan adalah:

  1. Fundamentals of Project Scheduling
    Memahami konsep dasar penjadwalan proyek, siklus pengelolaan waktu, dan hubungannya dengan ruang lingkup serta biaya proyek.
  2. Work Breakdown Structure (WBS)
    Menguraikan ruang lingkup proyek menjadi paket pekerjaan yang lebih spesifik agar aktivitas mudah direncanakan dan dikendalikan.
  3. Activity Definition and Sequencing
    Mengidentifikasi seluruh aktivitas proyek serta menentukan urutan pekerjaan berdasarkan hubungan dan ketergantungannya.
  4. Duration Estimation and Resource Allocation
    Mempelajari teknik estimasi durasi pekerjaan dengan mempertimbangkan kapasitas tenaga kerja, peralatan, material, dan sumber daya lainnya.
  5. Critical Path Method (CPM)
    Menghitung jalur kritis, earliest start, latest finish, serta total float untuk mengetahui aktivitas yang memengaruhi waktu penyelesaian proyek.
  6. Program Evaluation and Review Technique (PERT)
    Menggunakan pendekatan estimasi optimistis, paling mungkin, dan pesimistis untuk memperkirakan durasi pekerjaan yang memiliki ketidakpastian.
  7. Gantt Chart and Project Scheduling Software
    Menyusun visualisasi jadwal, hubungan antaraktivitas, milestone, dan perkembangan proyek menggunakan perangkat lunak penjadwalan.
  8. Schedule Baseline and Progress Monitoring
    Menetapkan jadwal acuan serta membandingkan rencana dengan realisasi untuk mengidentifikasi keterlambatan dan penyimpangan.
  9. Schedule Risk Analysis and Control
    Mengidentifikasi risiko yang dapat mengganggu jadwal, mengevaluasi dampaknya, dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai.
  10. Schedule Acceleration and Recovery Planning
    Menerapkan teknik fast tracking dan crashing serta menyusun rencana pemulihan ketika proyek mengalami keterlambatan.

manajemen proyek konstruksi

Peserta

Training critical path method ini sangat cocok untuk diikuti peserta dari kalangan:

  1. Project Manager dan Project Management Officer (PMO).
  2. Project Planner dan Project Scheduler.
  3. Project Control Engineer dan Project Control Staff.
  4. Site Engineer, Construction Engineer, dan Supervisor Proyek.
  5. Manajer Operasional, Manajer Teknik, serta staf yang terlibat dalam perencanaan dan pengendalian proyek.

Instruktur

Training project planning and control yang diselenggarakan, akan dilatih oleh instruktur yang berpengalaman dalam bidang project time management:

Instruktur yang mengajar pelatihan ini adalah instruktur yang berkompeten dibidang project schedule management, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Metode Pelatihan

Pelatihan ini menggunakan metode yang interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi. Instruktur berpengalaman akan menyampaikan materi secara sistematis, sementara peserta akan mengikuti diskusi kelompok untuk mendalami konsep. Selain itu, pelatihan ini juga mencakup simulasi serta studi kasus yang membantu peserta memahami penerapan konsep secara langsung dalam dunia kerja. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan sesuai dengan kebutuhan industri.

TRAINING CALENDAR 2026 – PROTRAIN.ID

🟩Januari 2026

  • Batch 1: 06-08 Januari 2026
  • Batch 2: 20-22 Januari 2026

🟪Februari 2026

  • Batch 1: 03-05 Februari 2026
  • Batch 2: 17-19 Februari 2026

🟦Maret 2026

  • Batch 1: 10-12 Maret 2026
  • Batch 2: 24-26 Maret 2026

🟥April 2026

  • Batch 1: 07-09 April 2026
  • Batch 2: 21-23 April 2026

🟨Mei 2026

  • Batch 1: 05-07 Mei 2026
  • Batch 2: 19-21 Mei 2026

🟫Juni 2026

  • Batch 1: 02-04 Juni 2026
  • Batch 2: 16-18 Juni 2026

🟧Juli 2026

  • Batch 1: 07-09 Juli 2026
  • Batch 2: 21-23 Juli 2026

🟩Agustus 2026

  • Batch 1: 04-06 Agustus 2026
  • Batch 2: 18-20 Agustus 2026

🟪September 2026

  • Batch 1: 01-03 September 2026
  • Batch 2: 15-17 September 2026

🟦Oktober 2026

  • Batch 1: 06-08 Oktober 2026
  • Batch 2: 20-22 Oktober 2026

🟥November 2026

  • Batch 1: 03-05 November 2026
  • Batch 2: 17-19 November 2026

🟨Desember 2026

  • Batch 1: 08-10 Desember 2026
  • Batch 2: 15-17 Desember 2026

Catatan : Jadwal dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

Investasi dan Lokasi Pelatihan

  • Jakarta ( 6.500.000 IDR / participant)
  • Bandung ( 6.000.000 IDR / participant)
  • Surabaya ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Makassar ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Yogyakarta ( 6.000.000 IDR / participant)
  • Bali ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Lombok ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Batam ( 7.500.000 IDR / participant)

Catatan :

*Syarat dan Ketentuan Berlaku
*Harga tersebut berlaku untuk minimal DUA participant
*Harga tersebut berlaku untuk 2 hari pelatihan
*Harga menyesuaikan jumlah peserta
*Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan

  1. Training kit (dokumentasi foto, blocknote, ATK, flashdisk, dll).
  2. 2x coffee break & 1 lunch (makan siang).
  3. Training room full AC dan multimedia.
  4. Free bag/backpack (tas training).
  5. Soft file foto training
  6. Sertifikat pelatihan.
  7. Souvenir ekslusif.
  8. City tour (optional)

FAQ tentang Pro Train IDN

Q : Apa yang dimaksud dengan Project Scheduling?
A : Project Scheduling adalah proses menyusun rangkaian aktivitas proyek ke dalam jadwal waktu yang terukur. Proses ini mencakup penentuan urutan pekerjaan, estimasi durasi, kebutuhan sumber daya, serta target penyelesaian agar pelaksanaan proyek dapat dipantau secara konsisten.

Q : Apa saja metode yang digunakan dalam Project Scheduling?
A : Beberapa metode yang umum digunakan meliputi Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), Critical Chain Method, dan Gantt Chart. Pemilihan metode bergantung pada karakteristik proyek, tingkat ketidakpastian, serta kebutuhan pengendalian pekerjaan.

Q : Apa perbedaan Critical Path Method (CPM) dan PERT?
A : CPM umumnya digunakan untuk menganalisis hubungan aktivitas dan menentukan jalur yang mengendalikan durasi proyek. Sementara itu, PERT menggunakan tiga estimasi waktu, yaitu optimistis, paling mungkin, dan pesimistis, untuk memperhitungkan ketidakpastian durasi pekerjaan.

Q : Berapa minimal running Training Project Scheduling ini?
A : Pelatihan ini akan running idealnya minimal dengan 3 peserta, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Harga pelatihan menyesuaikan jumlah peserta yang mengikuti.

Q : Apakah bisa jika saya hanya ingin pelatihan manajemen jadwal proyek ini sendiri aja / private course ?
A : Bisa, kami akan membantu menyelenggarakan pelatihan 1 hari jika ada persetujuan dari klien

Q : Dimana saja pelatihan biasanya di selenggarakan?
A : Pelatihan kami selenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Lombok dan beberapa negara seperti Singapore, Malaysia, dan Timor Leste. Dan bisa diadakan di kota lain dengan minimal kuota 5 orang setiap kelas

Q : Apakah bisa juga diselenggarakan secara IHT/ In House Training di Perusahaan klien ?
A : Bisa diselenggarakan secara IHT di Perusahaan klien

Q : Apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien ?
A : Jadwal pelatihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan klien.

AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA

Syarat dan Ketentuan Berlaku

Beberapa Klien Kami

*Artikel ini disusun oleh Trisna Aulia Putri Anjani, penulis yang aktif sejak 2025. Fokus karyanya saat ini ialah menyusun artikel pelatihan untuk platform Pro Train IDN. Menjadi seorang content writer web di perusahaan pelatihan, Trisna berusaha untuk menghadirkan konten yang informatif, komprehensif, serta mudah dipahami setiap pembaca. Untuk konsultasi lebih lanjut seputar progam ini, tim kami siap melayani Anda melalui kontak yang tersedia.

Share your love
Translate »